Denpasar adalah ibukota Propinsi Bali sejak tahun 1960; dahulu adalah ibu kota kerajaan Badung yang mengontrol wilayah bagian selatan Pulau Bali dari akhir abad ke-18 sampai ditaklukannya oleh Belanda pada tahun 1906. Wilayahnya meliputi wilayah kabupaten Badung, tetapi setelah terbentuk kota madya (sekarang menjadi kota), wilayahnya tinggal setengahnya.Denpasar adalah tempat kantor Gubernur Bali beserta semua kantor-kantor, baik swasta maupun kantor pemerintahan yang penting seperti: telekomunikasi, kantor pos, bank, airline, dan rumah sakit.
Di ujung jalan Gajah Mada, tepatnya di tengah perempatan dibangun sebuah patung yang bernama patung Catur Muka yang bermuka emapat yang mengawasi empat mata arah angin: utara, timur, selatan dan barat. Patung ini dibuat pada tahun 1972. pembangunan patung ini adalah untuk memperingati puputan Badung yang terjadi pada tanggal 20 September 1906. Alun-alun yang terletak di sebelah tenggara patung catur muka dinamakan lapangan Puputan Badung dimana raja badung dengan rakyatnya berperang sampai titik darah penghabisan melawan penjajah belanda.
Di sebalah Utara lapangan puputan Badung berdiri megah kantor jaya shaba yaitu kantor dimana gubernur bali menerima tamu-tamu penting malam budaya dengan menyajikan tarian-tarian terbaik. Di sebelah Timur lapangan puputan badung di bangun sebuah pura pada tahun 1968, yaitu pura jagatnatha. pura ini adalah pura umum untuk memuja Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. terutama setiap purnama umat Hindu di denpasar datang berjubel untuk melakukan persembahyangn di pura ini.
Di sebelah selatan pura terdapat musium bali yang dibangun pada tahun 1931 oleh arsitek Curt Grundler. Arsitekturnya adalah sebuah kombinasi antara pura dan istana kerajaan. musium ini berisi koleksi benda-benda seni atau artefak dari zaman prasejarah sampai jaman modern. Tempat lain yang menjadi objek wisata adalah puri pemecutan. di areal puri in sekarang terdapat penginapan untuk turis. Puri ini di bangun sesuai dengan aslinyasetelah dihancurkan oleh pasukan artileri Belanda pada tahun 1906. Di puri ini disimpan gambelan emas yang terkenal sebagai warisan kerajaan.